Tuesday, February 26, 2013

My co-wash experience (and the after effect)

Sebulan yang lalu saya janji mau update blog ini, eh tapi malah kabur... hahaha. Ya wes lah ya, nih saya udah datang dan kali ini saya mau posting tentang perawatan rambut.

Sudah sekitar satu setengah bulan saya menjalani diet sulfate dan puasa silikon dengan co-wash. Nah, apa itu co-wash? Co-wash alias conditioner washing merupakan salah satu dari metode no-poo. Nah lho, apa lagi itu no-poo? Singkatnya sih, no-poo itu mencuci rambut tanpa menggunakan shampoo. Lah, emang bisa? Bisa dooong... *ini dari tadi nanya mulu tapi dijawab sendiri*

Soal efek buruk sulfate dan silikon untuk rambut, silahkan googling sendiri lah ya karena banyak blog maupun artikel yang sering membahas tentang si duo itu secara detail.
Jadi sepengetahuan saya metode no-poo itu ada tiga:
  1. Cuci rambut pake baking soda + bilasan cuka apel
  2. Co-wash (conditioner washing), keramas pake conditioner only
  3. Cuci rambut cuma pake air saja.
Mungkin banyak yang sangsi ya, emang bersih cuci rambut dengan cara kayak gitu? Itulah hebatnya propaganda shampoo. Orang berpikir kalo ga pake shampoo (yang pake sulfate) dan kalo ga berbusa sampe 2 kilo *lebay* rambut ga bakal bersih. Padahal ga gitu juga kali. Untuk tau lebih jauh silahkan googling sendiri, haha *penulis ga bertanggung jawab*

Setelah menjalani sholat istikharah *ga sampe segitu juga sih* akhirnya saya memutuskan untuk mencoba co-wash saja dengan pertimbangan, pake baking soda ribet harus ngeramu dulu ditambah harus selalu sedia cuka apel...nyarinya aja udah males :p Terus kenapa ga cuci rambut pake water only aja, cara yang sangat murah meriah. Hmm...kalo kualitas air di rumah saya sama dengan air zam-zam *yang bener aja lu -_-* saya mau aja pilih cara itu. Plis deh, Indonesia gituuu... dimana ada air ledeng kualitas mumpuni yang sekalian bisa langsung ditenggak?

Perlu diingat ya bahwa co-wash itu bukan berarti keramas dengan produk bebas detergent. Conditioner masih mengandung detergent tapi lebih mild dan tidak sekeras sulfate, persentase-nya juga kecil. Biasanya surfaktan yang terkandung dalam conditioner adalah cetrimonium chloride, stearamidopropyl dimethylamine, dll.

Jadi apa yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan *berasa upacara* co-wash. Pertama, siapkan mental (hahaha...). Kedua, kita butuh conditioner yang silicone-free. Cari conditioner yang ingredients-nya tanpa berakhiran -cone (dimethicone dan sebangsanya), -conol (dimethiconol), -xane (cyclopentaxiloxane dan kawan-kawannya). 

Conditioner silicone-free yang mudah ditemukan di pasaran lokal (berdasarkan yang pernah saya lihat ya) adalah Taman Sari Royal Heritage Spa Coconut Milk Conditioner, Johnny Andrean Black & Shiny Conditioner, Syoss Anti Dandruff Conditioner, Good Conditioner (all variant). Semua produk itu pernah saya punya, tapi yang saya pakai untuk co-wash adalah Johnny Andrean dan Syoss. Taman Sari terlalu mahal untuk dipake co-wash karena biasanya kita bakal mengaplikasikan cukup banyak, jadi sayang aja kayaknya. Merk Good murah meriah, cuma sekitar 10 ribu untuk ukuran diatas 200 ml, tapi sayang ada kandungan isopropyl alcohol yang bakal bikin kering.

Oke, yang pertama saya lakukan sebelum co-wash adalah bersihkan rambut dengan shampoo ber-sulfate yang bebas silikon (clarifying shampoo). Tujuannya adalah untuk membersihkan rambut dan kulit kepala dari sisa-sisa build up yang disebabkan oleh silikon. Bisa pakai shampoo Pantene Lively Clean, atau cuci di salon karena salon biasanya memakai shampoo jenis ini. Saya sendiri waktu itu ke salon soalnya sekalian potong rambut.

Anggaplah itu sebagai kegiatan ber-shampoo terakhir anda *aduh serem amat kesannya kayak mau kemana aja* maksud saya, untuk kegiatan mencuci rambut selanjutnya gunakan conditioner silicone-free yang sudah disiapkan. Caranya bukan seperti pake shampoo, yaitu dituang ke tangan kemudian diratakan baru diaplikasikan ke rambut... tapi di-distribute *bahasa Indonesia yang enak apa ya?* ke kulit kepala terlebih dahulu setelah itu digosok dengan ujung jari, jangan pake kuku ya. Kalo dirasa kurang, tuang lagi conditioner-nya. Gosoknya jangan keras-keras mentang-mentang ga berbusa karena rambut bisa mbrodol ntar. Pelan-pelan aja tetapi yang penting tetap intens *halah bahasa gw*

Mudah kaaan..? Hmm, ga juga sih. Tadi di atas saya sempat menyebut untuk nyiapin mental kan. Hahaha, yup..that's right. Untuk pertama kali rasanya bakal aneh, atau haruskah saya memakai istilah purging disini? Kulit kepala bakal memproduksi lebih banyak minyak, yang mengakibatkan rambut jadi cepat lepek dan gatal. Kenapa? Ya karena minyak alami di rambut dan kulit kepala kita udah terbiasa di-strip oleh sulfate (ini ga sehat sebenarnya). 

Nah kalo kasus purging di saya ada satu lagi, yaitu sisa-sisa build up silikon menampakkan dirinya. Jadi kepala saya udah kayak ular yang ganti kulit. Ini masih terjadi sampai co-wash ketiga saya. Sumpah stress ngeliatnya, ternyata beginilah rupa/kondisi asli kulit kepala saya berkat hasil peninggalan sulfate dan silikon. Tapi saya ga menyerah, dan terus berjuang demi rambut sehat *merdeka!!* Sabar berbuah hasil. Sekitar 2-3 minggu kemudian saya udah ga ngerasain purging lagi dan bisa hidup tenang serta bahagia tanpa shampoo! Untuk kondisi rambut sih, saya ga bilang rambut saya jadi lembut indah bak Dian Sastro ya... tapi saya ngerasa kulit kepala jadi lebih bersih dan sehat, ditambah lagi rambut jadi lebih shiny karena ga pernah di-strip pake detergent kelas berat lagi.

So far saya senang dengan hasilnya meskipun belum puas (karena rambut masih rontok). Mungkin harus jangka panjang baru kelihatan kali ya. Nah, saya sudah menjalani ini selama 1,5 bulan... dan tiba-tiba pada suatu hari conditioner saya habis dan saya terpaksa pake shampoo sulfate dan conditioner ber-silikon yang ada di kamar mandi. Mungkin karena kulit kepala udah biasa ga pakai silikon, begitu dikasih langsung lah dia berontak. Kulit kepala saya jadi grunjel-grunjel, ada tumpukan silikon yang besoknya jadi bikin kelihatan seperti korengan *mamiiiih...sereeem* dan baru hilang setelah seminggu. Ah, saya harus hati-hati dan mau coba co-wash lagi.

Btw, ga semua tipe rambut atau kulit kepala cocok dengan co-wash ya... terutama mereka yang rambutnya berminyak dan lepek.. yang ada ntar malah tambah lepek. Biasanya co-wash ini dilakukan oleh mereka yang berambut curly, tapi buat yang straight atau wavy bisa juga kok. Rambut saya lurus, dan alasan saya mencoba co-wash karena udah desperate sama tekstur rambut yang mungkin udah ga jelas. Rambut saya sering dicat. Makanya sebelum menerapkan co-wash saya potong rambut dulu, ngebabat sisa rambut yang kena coloring, yah dengan harapan rambut yang tumbuh nantinya lebih sehat.

Oh, sekedar info...saya ga anti shampoo sepenuhnya kok. Kadang saya masih pakai shampoo (non silicone) 2 minggu sekali kalau misalnya melakukan oil treatment buat rambut. Kalau cuma dicuci pakai conditioner minyaknya ga keangkat sih, hehe. Tapi cara saya pakai shampoo pun udah ga seheboh dulu. Cukup pakai dikiiiit aja, kalau diibaratkan satu sachet bisa untuk dua kali pemakaian. Hemaaat...dan ga bikin rambut kering kerontang :D

Oke deh.. sekian postingan saya kali ini. Ga begitu detail tapi kok panjang ya, hehehe... Untuk foto nyusul aja deh. Males ngaplodnya :p *blogger ga niat*

***